Senin, 26 Mei 2014

something about you :)

Kepada matahari Berikan hari yang cerah agar hari-hari nya tampak berwarna dan secerah senyumnya yang selalu aku tunggu-tunggu

Kepada hujan, sampaikan pada pelangi bahwa warna nya selalu aku tunggu-tunggu, warna-warni yang begitu indah, perpaduan warna warni yang hanya ada pada pelangi, walaupun aku tahu agar bisa melihat pelangi, terlebih dahulu harus melewati hujan dan menunggu sinar matahari

Kepada sore, sampaikan pada senja, bahwa warna senja yang membuat setiap orang terpukau akan senja, itu selalu membuatku menunggu senja senja yang membuat hatiku merasa nyaman dan tenang, walaupun aku tahu, aku harus menunggu sore menjelang petang untuk dapat melihat senja, senja yang indah, walaupun aku tahu kadang, ia tak selalu berada di sana, entah karena mendung atau langit tak begitu cerahuntuk bisa menampakkan senja, tapi aku selalu menunggunya. Masih disini :)

Dan kepada ranting-ranting pohon yang daun-daun nya mulai berguguran perlahan-lahan  terlihat begitu sepi dan sendiri, tanpa dedaunan yang selalu bersamanya. percayalah bahwa daun-daun yang semula berguguran dan jatuh itu lambat laun akan tumbuh kembali. Sama halnya seperti harapan yang kita tahu itu tidak mungkin untuk kita tapi, selama ia bisa berharap ia akan terus berharap, walaupun ia tahu kadang kenyataan tak berbanding lurus dengan harapan.

Kepada rindu, yang setiap insan manusia pasti pernah merasakan nya, kepada setiap hati setiap rang yang pernah merindu dan merasakan rindu, dan kepada seseorang yang jauh disana, bahwa aku merindukanya :)

Untuk orang-orang yang aku cintai. Yang jauh dari jangkauanku. bahwa aku merindu :)


Jumat, 16 Mei 2014

Beberapa sajak Penulis Sapardi Djoko Damono - Hujan Bulan Juni

 Hujan Dalam Komposisi,1

"apakah yang kautangkap dari swara hujan, dari daun-daun bugenvil basah yang mengeruk jendela?
apakah yang kautangkap dari bau tanah, dari ricik air yang turun di selokan?"

Ia membayangkan hubungan gaib antara tanah dan hujan, membayangkan rahasia daun basah serta ketukan yang berulang.

"Tak ada. Kecuali bayang-bauang,u sendiri yang di balik pintu memimpikan ketukan itu, memimpikan sapa pinggir hujan, memimpikan bisik yang membersit dari titik kair menggelincir dari daun dekat jendela itu. atau memimpikan semacam suku kata yang akan mengantarmu tidur."

Barangkali sudah terlalu sering ia mendengaenya, dan tak lagi mengenalnya.

(1969) - Sapardi Djoko Damono




Hujan Dalam Komposisi, 2

Apakah yang kita harapkan dari hujan? Mula-mula ia di udara tinggi, ringan dan bebas; lalu mengkristal dalam dingin; kemudian melayang jatuh ketika tercium bau bumi; dan menimpa pohon jambu itu tergelincir dari daun-daun, melenting di atas genting, tumpah di pekarangan rumah,
dan kembali ke bumi.

Apakah yang kita harapkan? Hujan juga jatuh di jalan yang panjang, menyusurnya, dan tergelincir masuk selokan kecil, mericik swaranya, menyusur selokan, terus mericik sejak sore, mericik juga di nalan gelap ini, bercakap tentang lautan.
Apakah? Mungkin ada juga hujan yang jatuh di lautan.

Selamat Tidur.

(1969) - Sapardi Djoko Damono



Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat di sampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

(1989) - Sapardi Djoko Damono











Beberapa Ranting pohon dan dedaunan

pernahkah kalian melihat ranting pohon yang daun daunnya perlahan lahan jaruh berguguran?

kadang saya menganggap beberapa orang seperti ranting pohon dan dedaunan itu, yang kadang perlahan lahan jatuh dan tak lagi tetap bersama ranting rantingnya lagi. menetap sementara bersama ranting ranting pohon itu sabil menunggu kapan daun daunnya perlahan jatuh berguguran.

Dan kemudian apa? yang ada hanya tersisa ranting ranting pohon itu, tak ada dedaunan lagi yang selalu bersama ranting pohon itu, ranting pohon itu terlihat begitu sepi, sendiri tanpa satu warna pun yang menghiasinya.

Daun yang tak bisa berbuat apa-apa  karena ia tak mampu bertahan cukup lama, bukan karena ia tak mau bertahan walaupun hanya cepat saja, bukan karena ia memang ingun berniat untuk perlahan lahan berguguran dan meninggalkan ranting pohon itu, tapi, ada hal yang selalu ia ingat dan memang selalu terjadi, yaitu daun yang memang tak bisa bertahan terlalu lama, ia terlalu cepat merasa tua dan begitu rapuh untuk menemani ranting pohon itu, sedangkan iam ia hanya bertahan beberapa hari saja, tak cukup setahun atau mungkin lebih menemani ranting itu, ia akan segera berubah warna yang semula hijau seperti daun-daun lain menjadi daun yang mulai menguning dan perlahan lahan jatuh berguguran seperti daun-daun yang lain seiring dengan adanya waktu dan iklim.beberapa perbedaan daun dan ranting yang membuat daun tak bisa bertahan cukup lama,walau sebenarnya ingin bertahan walaupun sulit. Bukankah daun itu tak pernah merencanakan perpisahan itu? bukankah juga tak ada yang ingin bertemu dengan perpisahan..entah disengaja atau tidak, entah itu untuk jangka waktu cepat atau lama, entah mempunyai sebuah alasan yang pasti atau perpisahan yang begitu saja. Tapi perlu kita ketahui juga, bahwa setiap pertemuan pada akhirnya ada perpisahan, bukan untuk saling menyakiti satu sama lain, tapi, untuk sebuah alasan yang saling kita ketahui, walaupun masih terdapat beberapa tanya, kita harus tersenyum walau kehilangan salah satunya :)


seperti kutipan salah satu penulis Bestseller yang favorit menurut saya

Daun yang jatuh tak pernah membenci Angin - Tere Liye

Minggu, 27 April 2014

Kamu.
Seseorang yang sudah lama di kontak blackberry messanger ku.
Kita sudah saling mengetahui, namun ternyata kita seperti baru berkenalan.

sungguh waktu - waktu singkatku bercakap denganmu walau hanya di message sangat membuatku terkesan bisa mengenalmu. percakapan di message yang dari awal tak pernah kurencanakan dan tak pernah ku buat sebelumnya. Percakapan yang selalu ada cara membuatku tertawa membacanya.

kamu yang sudah ku tau di instant message
tapi baru ku kenal secara langsung saat bertegur sapa denganmu di instant message.

Saat aku merasa, aku butuh jeda saat aku merasa sepi dan sedih, pada saat bersamaan, kamu datang, kamu seperti mengalihkan fokus ku ke hal yang lebih membuatku ceria. Kamu seperti membawa sekumpulan semangat baru untukku. sekumpulan semangat yang membuat hari-hariku terasa lebih berwarna, walau hanya beberapa hari saja.

Aku tahu kita bisa dibilang cukup dekat, beberapa hariku, ceriaku selalu  kuceritakan kepadamu, begitupun kamu, selalu punya topik yang seakan tak pernah habis untuk diceritakan kepadaku, beberapa topik ceritamu yang membuatku merasa lebih mengenalmu dan  lebih dekat denganmu, beberapa Voice note lagu yang kau nyanyikan membuatku cukup kagum denganmu ;)
memang tak pernah ada kata cinta yang pernah kau katakan, tapi saat aku melihat perhatianmu dan kepedulianmu itu sudah membuatku paham dan mengerti

aku, yang baru beberapa hari saja bercerita denganmu di instant message mulai merasa simpatik denganmu.

Tapi mengapa saat kita sudah mulai saling dekat, saat aku mulai merasa nyaman, kamu perlahan lahan semakin jauh, semakin hari semakin jarak diantara kita. chat kamu yang biasa memenuhi instant message kini tak pernah tampak lagi, kini sangat terasa bahwa ada jarak diantara kita.

Mungkin memang sepertinya kita  butuh jeda untuk saling memahami perasaan kita masing masing.

Kamu seperti Embun,
ketika aku mulai mencintaimu
kamu malah hilang tergantikan oleh mentari 

*Fiksi Belaka*








Secerah Warna Pelangi

Aku suka pelangi. Yahh karena pelangi menurutku bisa dibilang sempurna. Ia punya semua warna, :) walaupun pelangi hanya tiba  saat hujan reda saat matahari mulai menyinari lagi. pelangi punya semua warna cerah yang indah dilihat. Bagaimana tidak ia hanya akan menampilkan warna cerah tersebut setelah hujan reda. tapi aku suka dengan pelangi, Walaupun pelangi  hanya terlihat sebentar saja, hanya beberapa menit saja, lalu kemudian hilang. Dan mulai menunggu lagi setelah hujan reda dan matahari kembali menyinari.
Pelangi selalu mengajarkan ku bahwa terkadang tak semua hal yang kita harapkan dan kita inginkan selalu datang tepat, kadang apa yang kita harapkan tak sesempurnya warna pelangi yang penuh cerah ceria. Tapi pelangi selalu mengajarkanku bahwa ketika rintik hujan mulai reda ketika matahari mulai menyinari kembali, pelangi akan tampak sesempurna mungkin dengan warna-warna cerah di sekelilingnya memperlihatkan pesonanya dengan seindah mungkin. Seindah senyuman dan pandangan setiap orang yang melihatnya. Walaupun pelangi hanya tampak beberapa menit saja.

And life like rainbow. Always have a colorfull, sometimes everyday, every month and every time, for your life.

Sekeping puzzle yang hilang

Mengapa selalu ada sedih di setiap tawa ?
Mengapa selalu ada kekecewaan di setiap harapan ?
Dan mengapa kadang selalu ada kata menyerah untuk sebuah semangat?

Saat semua tawa, harapan dan semangat mulai terkumpul seperti sebuah keping demi keping puzzle yang mulai terbentuk, ia selalu memberikan gambaran yang sempurna saat semuanya selesai, gambaran di balik puzzle yang selalu di tunggu-tunggu, sebuah makna gambar yang penting ketika kita menyelesaikan bagian-bagian puzzle itu, akan bagaimana hasilnya nanti, apakah akan sempurna untuk dilihat dan menemukan setiap keping-keping puzzle nya? Seperti seseorang yang selalu yang selalu berusaha menyatukan setiap keping-keping puzzle itu, tak perduli seberapa lama mencari setiap kepingan pasang puzzle tersebut. Hanya untuk melengkapi bagian dari puzzle itu. ia, hanya ingin menanti bagaimana hasilnya nanti. tapi, mengapa saat semua gambar mulai menyatu, saat gambar -gambar puzzle itu mulai menemukan kepingan pasangan puzzlenya kembali, saat semua menemui harapan-harapan  akan sebuah hasil akhir. Mengapa tiba-tiba mereka menghilangkan satu kepingan puzzle saja yang mampu menghilangkan harapan untuk menyatukan kepingan puzzle puzzle itu? "Tak tahukah Mereka bahwa betapa sulitnya mencari pasangan puzzle yang tepat demi menyempurnakan sebuah gambar puzzle tersebut? tak tahukah, selalu ada harapan dan semangat untuk menyelesaikan kepingan puzzle tersebut?  Dan, apa ada sebuah kalimat yang menyatakan  kalimat simpatik saja karena telah sempat menyelesaikan puzzle itu ? Aku tidak melihat itu semua, harapanku tiba-tiba menghilang, semangatku tiba-tiba memudar begitu saja.

Seperti satu  keping gambar puzzle yang hilang, ia tidak akan terlihat menyempurnakan bagian yang kosong.