Minggu, 27 April 2014

Sekeping puzzle yang hilang

Mengapa selalu ada sedih di setiap tawa ?
Mengapa selalu ada kekecewaan di setiap harapan ?
Dan mengapa kadang selalu ada kata menyerah untuk sebuah semangat?

Saat semua tawa, harapan dan semangat mulai terkumpul seperti sebuah keping demi keping puzzle yang mulai terbentuk, ia selalu memberikan gambaran yang sempurna saat semuanya selesai, gambaran di balik puzzle yang selalu di tunggu-tunggu, sebuah makna gambar yang penting ketika kita menyelesaikan bagian-bagian puzzle itu, akan bagaimana hasilnya nanti, apakah akan sempurna untuk dilihat dan menemukan setiap keping-keping puzzle nya? Seperti seseorang yang selalu yang selalu berusaha menyatukan setiap keping-keping puzzle itu, tak perduli seberapa lama mencari setiap kepingan pasang puzzle tersebut. Hanya untuk melengkapi bagian dari puzzle itu. ia, hanya ingin menanti bagaimana hasilnya nanti. tapi, mengapa saat semua gambar mulai menyatu, saat gambar -gambar puzzle itu mulai menemukan kepingan pasangan puzzlenya kembali, saat semua menemui harapan-harapan  akan sebuah hasil akhir. Mengapa tiba-tiba mereka menghilangkan satu kepingan puzzle saja yang mampu menghilangkan harapan untuk menyatukan kepingan puzzle puzzle itu? "Tak tahukah Mereka bahwa betapa sulitnya mencari pasangan puzzle yang tepat demi menyempurnakan sebuah gambar puzzle tersebut? tak tahukah, selalu ada harapan dan semangat untuk menyelesaikan kepingan puzzle tersebut?  Dan, apa ada sebuah kalimat yang menyatakan  kalimat simpatik saja karena telah sempat menyelesaikan puzzle itu ? Aku tidak melihat itu semua, harapanku tiba-tiba menghilang, semangatku tiba-tiba memudar begitu saja.

Seperti satu  keping gambar puzzle yang hilang, ia tidak akan terlihat menyempurnakan bagian yang kosong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar