pernahkah kalian melihat ranting pohon yang daun daunnya perlahan lahan jaruh berguguran?
kadang saya menganggap beberapa orang seperti ranting pohon dan dedaunan itu, yang kadang perlahan lahan jatuh dan tak lagi tetap bersama ranting rantingnya lagi. menetap sementara bersama ranting ranting pohon itu sabil menunggu kapan daun daunnya perlahan jatuh berguguran.
Dan kemudian apa? yang ada hanya tersisa ranting ranting pohon itu, tak ada dedaunan lagi yang selalu bersama ranting pohon itu, ranting pohon itu terlihat begitu sepi, sendiri tanpa satu warna pun yang menghiasinya.
Daun yang tak bisa berbuat apa-apa karena ia tak mampu bertahan cukup lama, bukan karena ia tak mau bertahan walaupun hanya cepat saja, bukan karena ia memang ingun berniat untuk perlahan lahan berguguran dan meninggalkan ranting pohon itu, tapi, ada hal yang selalu ia ingat dan memang selalu terjadi, yaitu daun yang memang tak bisa bertahan terlalu lama, ia terlalu cepat merasa tua dan begitu rapuh untuk menemani ranting pohon itu, sedangkan iam ia hanya bertahan beberapa hari saja, tak cukup setahun atau mungkin lebih menemani ranting itu, ia akan segera berubah warna yang semula hijau seperti daun-daun lain menjadi daun yang mulai menguning dan perlahan lahan jatuh berguguran seperti daun-daun yang lain seiring dengan adanya waktu dan iklim.beberapa perbedaan daun dan ranting yang membuat daun tak bisa bertahan cukup lama,walau sebenarnya ingin bertahan walaupun sulit. Bukankah daun itu tak pernah merencanakan perpisahan itu? bukankah juga tak ada yang ingin bertemu dengan perpisahan..entah disengaja atau tidak, entah
itu untuk jangka waktu cepat atau lama, entah mempunyai sebuah alasan
yang pasti atau perpisahan yang begitu saja. Tapi perlu kita ketahui juga, bahwa setiap pertemuan pada akhirnya ada perpisahan, bukan untuk saling menyakiti satu sama lain, tapi, untuk sebuah alasan yang saling kita ketahui, walaupun masih terdapat beberapa tanya, kita harus tersenyum walau kehilangan salah satunya :)
seperti kutipan salah satu penulis Bestseller yang favorit menurut saya
Daun yang jatuh tak pernah membenci Angin - Tere Liye
Tidak ada komentar:
Posting Komentar